Jumat, 20 November 2015

TUGAS SOFTSKILL 2


Individu, Keluarga dan Masyarakat

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU

Individu berasal dari kata latin “ individuum” artinya yang tidak terbagi, maka kata individu merupakan sebutan yang dapat digunakan untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan dengan pembicaraan mengenai keluarga dan masyarakat manusia, dapat pula diartikan sebagai manusia
Dalam pandangan psikologi sosial, manusia itu disebut individu bila pola tingkah lakunya bersifat spesifik dirinya dan bukan lagi mengikuti pola tingkah laku umum. Ini berarti bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan-peranan yang khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya.
Dalam perkembangannya setiap individu mengalami dan dibebankan berbagai peranan, yang berasal dari kondisi kebersamaan hidup dengan sesama manusia. Setipa warga masyarakat yang namanya individu wajar menyesuaikan tingkah lakunya sebagai bagian dari perilaku sosial masyarakatnya. Artinya individu tersebut telah dapat menemukan kepribadiannya atau dengan kata lain proses aktualisasi dirinya sebagai bagian dari lingkungannya telah terbentuk

Pertumbuhan Individu

Pertumbuhan adalah suatu perubahan yang menuju kearah yang lebih maju, lebih dewasa. Menurut para ahli yang menganut aliran asosiasi berpendapat, bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi. Menurut aliran psikologi gestalt pertumbuhan adalah proses diferensiasi. Dalam proses diferensiasi yang pokok adalah keseluruhan sedang bagian-bagian hanya mempunyai arti sebagai bagian dari keseluruhan dalam hubungan fungsional dengan bagian-bagian yang lain.
Konsep aliran sosiologi tentang pertumbuhan menganggap pertumbuhan itu adalah proses sosialisasi yaitu proses perubahan dari sifat mula-mula yang asocial atau juga sosial kemudian tahap demi tahap disosialisasikan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan:
1.  Pendirian Nativistik
     Menurut para ahli dari golongan ini berpendapat bahwa pertumbuhan itu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir
2.  Pendirian Empiristik dan Environmentalistik. Pendirian ini berlawanan dengan pendapat nativistik, mereka menganggap bahwa pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperan sama sekali
3.  Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme.
Aliran ini berpendapat bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.

Tahap pertumbuhan individu berdasarkan psikologi:
1.  Masa vital yaitu dari usia 0.0 sampai kira-kira 2 tahun.
Menurut Freud tahun pertama dalam kehidupan individu itu sebagai masa oral, karena mulut dipandang sebagai sumber kenikmatan dan ketidaknikmatan. Beralasan kepada kenyataan bahwa pada masa ini mulut memainkan peranan penting dalam kehidupan individu. Bahwa anak memasukkan apa saja yang dijumpai ke dalam mulutnya itu tidak karena multu merupakan sumber kenikmatan utama, melainkan karena pada waktu itu mulut merupakan alat utama untuk melakukan eksplorasi dan belajar. Pada tahun kedua anak belajar berjalan, dan dengan berjalan itu anak mulai pula belajar menguasai ruang

2.  Masa estetik dari umur kira-kira 2 tahun sampai kira-kira 7 tahun.
Dalam masa ini tampak muncul gejala kenakalan yang umumnya terjadi antara 3 tahun sampai umur 5 tahun. Anak sering menentang kehendak orang atau, kadang sampai menggunakan kata-kata kasar, dengan sengaja melanggar apa yang dilarang dan tidak melakukan apa seharusnya dilakukan
Adapun alasan kenakalan tersebut adalah berkat pertumbuhan bahasanya yang merupakan modal utama bagi anak dalam menghadapi dunianya maka sampailah anak pada penyadaran “aku” atau tahap menemukan “aku” yaitu suatu tahap ketika anak menemukan dirinya sebagai subyek

3.  Masa intelektual dari kira-kira 7 tahun sampai kira-kira 13 tahun atau 14 tahun.
Ada beberapa sifat khas pada anak masa ini antara lain :
a.   Adanya korelasi positif yang tinggi antara keadaan jasmani dengan prestasi sekolah
b.  Sikap tunduk kepada peraturan-peraturan, permainan yang tradisional
c.   Adanya kecenderungan memuji diri sendiri
d.  Kalau tidak dapat menyelesaikan sesuatu soal maka soal itu dianggap tidak penting
e.   Senang membandingkan dirinya dengan anak lain
f.    Adanya minat kepada kehidupan praktis sehari-hari yang konkrit
g.  Amat realistic ingin tahu, ingin belajar
h.  Gemar membentuk kelompok sebaya
4.  Masa sosial, kira-kira umur 13 atau 14 tahun sampai kira-kira 20-21 tahun.

KELUARGA DAN FUNGSINYA DIDALAM KEHIDUPAN MANUSIA
Keluarga adalah unit/satuan masyarakat terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat. Kelompok ini dalam hubungannya dengan perkembangan individu sering dikenal dengan sebutan primary group. Kelompok inilah yang melahirkan individu dengan berbagai macam bentuk kepribadiannya dalam masyarakat.
Keluarga merupakan gejala universal yang terdapat dimana-mana didunia ini. Keluarga mempunyai 4 karakteristik yang member kejelasan tentang konsep keluarga:
1.  Keluarga terdiri dari orang-orang yang bersatu karena ikatan perkawinan, darah atau adopsi.
2.  Para anggota suatu keluarga biasanya hidup bersama-sama dalam satu rumah dan mereka membentuk suatu rumah tangga ( household ).
3.  Keluarga itu merupakan satu kesatuan orang-orang yang berinteraksi dan saling berkomunikasi.
4.  Keluarga itu mempertahankan suatu kebudayaan bersama yang sebagian besar berasal dari kebudayaan umum yang lebih luas
Emile Durkheim mengemukakan tentang sosiologi keluarga dalam karyanya : Introdcution a la sosiologi de la famile (mayor Polak, 1979:331). Bersumber dari karya ini muncul istilah : keluarga conjugal : yaitu keluarga dalam perkawinan monogamy, terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anaknya. Keluarga conjugal sering juga disebut keluarga batih atau keluarga inti. Koentjaraningrat membedakan 3 macam keluarga luas berdasarkan bentuknya :
1.  Keluarga luas utrolokal
Berdasarkan adap utrolokal, terdiri dari keluarga inti senior dengan keluarga-keluarga batuh/inti anak laki-laki maupun anak perempuan
2.  Keluarga luas viriolokal
Berdasarkan adapt viriolokal, terdiri dari satu keluarga inti senior dengan keluarga-keluarga inti dari anak-anak lelaki
3.  Keluarga luas uxorilokal
Berdasarkan adap uxirilokal, terdiri dari satu keluarga inti senior dengan keluarga-keluarga batih/inti anak-anak perempuan
Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan-pekerjaan yang harus dilaksanakan didalam atau oleh keluarga itu. Macam-macam fungsi keluarga adalah sebagai berikut:
1.  Fungsi biologis
2.  Fungsi pemeliharaan
3.  Fungsi ekonomi
4.  Fungsi keagamaan
5.  Fungsi sosial

MASYARAKAT SUATU UNSUR DARI KEHIDUPAN MANUSIA
Masyarakat adalah suatu istilah yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari, ada masyarakat kota, masyarakat desa, masyarakat ilmiah , dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris dipakai istilah society yang berasal dari kata latin socius, yang berarti “kawan” istilah masyarakat itu sendiri berasal dari akar kata Arab yaitu Syaraka yang berarti “ikut serta, berpartisipasi”.
Petel L Berger, seorang ahlisosiologi memberikan definisi masyarakat sebagai berikut : “ masyarakat merupakan suatu keseluruhan kompleks hubungan manusia yang luas sifatnya”. Koentjaraningrat dalam tulisanya menyatakan bahwa masyarakat adalah sekumpulan manusia atau kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat continue, dan yang terikat oleh suatu rasa indentitas bersama
Dalam perkembangan dan pertumbuhannya masyarakat dapat digolongkan menjadi:
1.  Masyarakat sederhana
Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitive) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin.
2.  Masyarakat maju
Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelompok sosial, atau lebih dikenal dengan sebutan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai.
Dalam lingkungan masyarakat maju dapat dibedakan :
a.   Masyarakat non industry
Secara garis besar, kelompok ini dapat digolongkan menjadi  2 golongan yaitu kelompok primer dan kelompok sekunder. Kelompok primer, interaksi antar anggontanya terjadi lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Dalam kelompok sekunder terpaut saling hubungan tidak langsung, formal, juga kurang bersifatkekeluargaan.
b.  Masyarakat industri.
Contoh : tukang roti, tukang sepatu, tukang bubut, tukang las

STUDI KASUS

Peran Orang Tua Terhadap Kesuksesan Anak\

    Akhir-akhir ini hati begitu miris mendengar kekerasan seksual yang dilakukan terhadap anak di bawah umur, atau kekerasan fisik yang dilakukan oleh anak di bawah umur terhadap anak sebayanya. Atau di waktu sebelumnya ramai diberitakan sepasang kekasih membunuh mantan kekasih pria bersama-sama tanpa belas kasih. Apa yang terjadi dengan pelaku kekerasan seksual tersebut, hingga mengerjakan seperti itu? Apa yang terjadi dengan anak tersebut? Apa yang terjadi dengan generasi muda di Indonesia?

Sebenarnya semua hal tersebut dapat dicegah dan tidak perlu terjadi. Ya, Dapat Dicegah. Andai saja semua keluarga mau menerapkan pendidikan yang baik pada setiap anggota keluarganya, khususnya bagi para orang tua. Orang tua adalah pembentuk karakter individu (anak) untuk masa yang akan datang. Dari orang tua mendidik anaknya, hingga anak dewasa dan berkeluarga, dan anak tersebut kembali mendidik anaknya sendiri hingga dewasa dan seterusnya, terus berulang.

Keluarga ibarat sekolah pertama bagi anak, sebagai pusat menumbuh-kembangkan kebiasaan mencari pengetahuan dan pengalaman dan orang tualah yang mengarahkan. Dalam hal ini, peran orang tua sangatlah besar untuk menjadikan anak tersebut akan menjadi apa di masa depan, berperan untuk kesuksesan sang anak.

Lantas, bagaimana cara mendidik anak untuk menjadikan anak tersebut sukses dan terhindar dari perbuatan tercela di masa yang akan datang? Apa peran besar orang tua untuk kesuksesan masa depan anak? Mari kita simak tahap-tahap mendidik seorang anak dalam fase-fase tertentu (pembagian fase dikutip dari Arthur Jersild dalam buku: Child Psychology), dimulai dari lahir, hingga dewasa, bahkan tua yang dijelaskan berikut ini.

Masa Mengandung
Awal hadirnya buah hati diawali dari masa mengandung seorang ibu dengan kisaran waktu sekitar 9 bulan. Apakah di masa ini kita sudah bisa mendidik anak? Jika mendidik anak, mungkin belum. Lebih tepatnya jika disebut membiasakan janin yang dikandung terhadap hal-hal positif. Apa yang dapat dilakukan orang tua saat sang ibu mengandung? Merawat kandungan tentu saja. Selain itu, pada masa mengandung, orang tua dapat mengawali kegiatan positif pada anak dengan berperilaku baik, tidak bertengkar/suka marah, rajin beribadah, dan berdoa.

Apakah semua itu berpengaruh? Saya rasa Anda sudah sering membaca tentang hasil penelitian para ahli yang membuktikan hal-hal positif tersebut memberikan rangsangan positif pula terhadap otak sang janin, sehingga berperan sebagai fondasi paling awal dalam tumbuh kembang anak.

Peran orang tua: membiasakan hal positif sehari-hari

Masa Bayi (Infancy)
Betapa beratnya perjuangan seorang ibu ketika melahirkan bayi. Ketika bayi telah lahir, betapa bahagianya pasangan yang telah berjuang selama sembilan bulan. Perjuangan berakhir? Tentu saja belum. Ketika bayi baru lahir, orang tua harus merawat dengan penuh kasih sayang, sabar menghadapi tangisan bayi dan segala permintaan bayi dengan bahasa yang sangat sulit dimengerti: tangisan. Memandikan, menyusui, menidurkan, hal tersebut bukanlah hal yang mudah jika tidak didasari dengan kesabaran dan ketelatenan.

Peran besar orang tua: sabar dan ketelatenan

Masa Balita - Kanak-Kanak (early-middle childhood): usia 1-12 tahun
Ini adalah fondasi dari segala pendidikan anak. Ketika dalam masa ini anak sudah terdidik dengan baik, masa depan cerah pun menanti anak tersebut. Kita menyebut usia 0-5 tahun merupakan golden age, dimana usia tersebut adalah usia tepat untuk memberikan pendidikan dasar kepada anak. Jangan pernah memiliki anggapan: “Ah, sekarang masih kecil, biar sesuka dia, nanti kalau sudah besar tahu sendiri”. Itu adalah anggapan yang salah.

Dalam masa balita hingga kanak-kanak ini, orang tua berperan dalam memberikan pendidikan dasar, tata krama, dan ibadah kepada anak. “Ah, pendidikan kan ada sekolah”. Lagi-lagi itu anggapan yang salah, karena pengawasan yang paling besar (dalam hal waktu dan wewenang) ada pada orang tua. Sopan santun, kejujuran, disiplin, menghormati sesama dan yang lebih tua, sangat ideal diterapkan pada masa ini.

Selain hal di atas, pengawasan orang tua terhadap sikap anak dan apa yang dikonsumsi anak (informasi) juga berperan besar di tengah segala informasi yang begitu mudahnya didapat anak di zaman serba maju ini. Jangan biarkan anak menjadi dewasa sebelum waktunya, karena jamak kita lihat sekarang, anak “diorbitkan” orang tua, menyanyi dengan lirik yang belum pantas untuk anak seusianya dan lainnya.

Peran orang tua: memberikan pendidikan dasar dan pengawasan.

Masa Remaja (adolescence): usia 12-18 tahun
Masa inilah yang terkadang sulit baik dari sisi orang tua, maupun dari sisi anak. Anak mulai berpikir kenapa harus begini dan begitu, sedangkan orang tua berpikir bahwa inilah yang baik dan bagaimana caranya membuat anak mengerti mengerti hal tersebut. Masa ini adalah menuju dewasa, dimana boy menjadi man dan girl jadi woman. Akan lebih memudahkan ketika orang tua sukses dalam mendidik pada masa sebelumnya.

Peran orang tua pada masa ini adalah mulai mengarahkan anak untuk lebih disiplin dan bertanggung jawab atas dirinya, dalam menjaga diri (apalagi bagi wanita), maupun prestasi di sekolah. Ajak anak untuk mengkomunikasikan masalah yang menimpa kepada orang tua. Masalah awal mengenal cinta, masalah teman, atau masalah lainnya, dan berikan pengertian bagaimana cara menghadapinya. Selain itu, orang tua harus tegas dalam menghadapi anak, jangan takut kepada anak jika memang hal itu tidak baik baginya.

Orang tua mendidik dengan memberi contoh, tidak hanya memberikan nasehat, menyuruh, dan membentak. Pembinaan pada anak dalam masa ini meliputi pembinaan fisik dan mental, untuk kebutuhan masa depan, agar anak kebal terhadap masalah dan cobaan. Tentu dengan tetap mengingatkan pentingnya tata krama, beribadah, dan berdoa.

Peran orang tua: pengertian, sabar, mengarahkan, dan mendidik dengan contoh.

Masa Dewasa Awal (Pre Adulthood): usia 18-25 tahun
Masa ini adalah masa dimana anak mulai menatap masa depannya. Ketika beranjak SMA, mulai arahkan minatnya menuju masa depan, plus minus ini itu. Apakah ingin bekerja atau melanjutkan pendidikan (tentunya bergantung pada kemampuan finansial orang tua). Orang tua yang mengarahkan dan memberi pandangan A, B, C, tapi tetap anaklah yang memutuskan, karena mereka yang akan menjalani itu semua.

Jika di masa remaja anak mulai berusaha “menjauh” dari orang tua, pada masa dewasa awal ini, umumnya anak benar-benar hidup menjauh dalam hal jarak (domisili) dan menjauh dalam hal kehidupan pribadi anak. Orang tua harus memahami hal ini. Namun, walaupun jauh, anak tetap diingatkan mengenai fondasi-fondasi tata krama-sosial-agama yang telah ditanamkan sebelumnya.
    Masa Dewasa (Early Adulthood): usia 25-45 tahun
Bukankah ketika anak beranjak dewasa, anak sudah harus lepas dari orang tua? Dan orang tua tidak memiliki tanggung jawab apa-apa lagi? Tidak, support dan orang tua tetap besar dalam membantu masa depan anak. Masa dewasa adalah  masa-masa awal membangun sebuah kehidupan dan karir untuk masa depan.

Tidak mudah tentunya membangun karir dan kesuksesan dari awal, setumpuk kerjaan menumpuk dan membaginya dengan kehidupan keluarga yang juga masih dalam tahap awal (saat sudah menikah), yang terkadang menimbulkan gejolak. Orang tua adalah orang yang telah menemuinya bertahun-tahun, dan tugas orang tualah memberikan saran untuk menghadapinya. Juga memberikan pengertian, di tengah kesibukan, jangan pernah lupa untuk beribadah dan berdoa.

Peran orang tua: support pikiran, semangat, bantuan finansial dan doa.

Masa Dewasa Akhir (Late Adulthood): usia 45 tahun-...
Pada masa ini, umumnya anak sudah mengalami kesuksesan dalam hal dunia, karir atau wirausahanya. Lantas, kenapa orang tua masih harus turut campur? Bukan ikut campur kehidupan pribadi tentunya, tapi seiring kesuksesan yang datang, terkadang datang rasa sombong, atau merasa “lebih dari yang lain”. Tugas orang tualah (dan keluarga) untuk membuat anak tetap menginjak bumi baik untuk keluarga, kehidupan sosial, ataupun untuk selalu ibadah dan selalu mendoakan orang tua ketika anak tersebut telah menjadi orang sukses.

Masa ini adalah masa dimana orang tua mengunduh segala usaha dan jerih payah mendidik anak tersebut menjadi anak yang berbakti dan taat agama. Kita mendidik anak sewaktu mereka masih kecil. Ketika mereka dewasa, mereka akan menjadi pengayom dan benteng pengaman saat orang tua lanjut usia dan membawa orang tua hidup bahagia di dunia dan akhirat.


Peran orang tua: doa dan mengingatkan anak tetap menginjak bumi ketika sukses.

Peran orang tua sangat besar terhadap kesuksesan anak di masa yang akan datang. Jangan sampai kita, yang akan atau telah menjadi orang tua, menyesal di kemudian hari, dimana masa depan anak berantakan karena kegagalan mendidik putra-putrinya sejak dini. Berhasil mendidik anak-anak dengan baik adalah impian setiap orang tua. Masa depan anak, ada di tangan Anda, orang tua, saat ini.Tentu tidak cukup jika saya mengulas habis peran besar orang tua untuk kesuksesan masa depan anak secara mendetail. Semoga semua bisa mengambil manfaat dari sedikit ulasan saya ini. Happy reading.

sumber: credit cover image: www.media.shafira.com http://www.arthinkle.com/articles/detail/peran-besar-orang-tua-untuk-kesuksesan-masa-depan-anak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar